Mantan hakim Mahkamah Agung, Hakim AK Ganguly, yang dilaporkan dituduh melakukan pelecehan seksual oleh seorang magang hukum, mencatat pernyataan di hadapan komite tiga hakim, yang menyerahkan laporannya.

Komite yang dipimpin oleh Hakim RM Lodha menyerahkan laporan tersebut kemarin setelah menerima pernyataan Hakim Ganguly, yang kini mengepalai Komisi Hak Asasi Manusia Benggala Barat, kata seorang pejabat Pengadilan Tinggi hari ini.

Ganguly mengundurkan diri sebagai hakim Mahkamah Agung pada 3 Februari 2012.

“Komite yang dibentuk untuk menyelidiki tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh magang hukum terhadap mantan hakim MA mengadakan pertemuan pada tanggal 13, 18, 19, 20, 21, 26 dan 27 November.

Pernyataan Pak Hakim (purn) AK Ganguly juga dicatat panitia.

Panitia menyerahkan laporannya ke CJI pada 28 November,” kata pejabat itu dalam sebuah pernyataan.

Namun, para pejabat tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai temuan komite yang juga terdiri dari Hakim HL Dattu dan Ranjana Prakash Desai, yang dibentuk oleh CJI pada 12 November.

Magang tersebut mengatakan kepada portal berita hukum awal bulan ini bahwa seorang hakim yang “baru saja pensiun” yang pernah bekerja dengannya telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

Mahkamah Agung menerima tuduhan tersebut dan membentuk komite yang terdiri dari tiga hakim untuk menangani pekerja magang.

Hakim Ganguly diangkat ke Mahkamah Agung pada 17 Desember 2008 dan pensiun pada 3 Februari 2012.

Dalam sebuah blog, pekerja magang tersebut menuduh pensiunan hakim tersebut berperilaku buruk dengannya di kamar hotel pada bulan Desember lalu ketika negara tersebut sedang bergulat dengan pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang wanita berusia 23 tahun di ibu kota negara.

Pada tanggal 18 November, pekerja magang tersebut muncul di hadapan panel dan memberikan rincian kejadian tersebut dan pada tanggal 21 November dia mengirimkan lamaran dan pernyataan tertulis tertentu kepada panel.

Saat menjadi panel pada 12 November, Hakim Sathasivam menyatakan keprihatinannya sebagai pimpinan lembaga (peradilan).

“Dalam kasus pelecehan seksual, kita tidak bisa menganggap entengnya,” kata CJI.

Perempuan magang ini pertama kali mengungkapkan pengalamannya dan cobaan beratnya ke publik dengan menulis di blog LSM ‘Natural Justice: Lawyers for Communities and the Environment’, tempat dia bekerja.

Ia juga mendapat dukungan dan solidaritas dari LSM tempat ia bekerja.

taruhan bola