Polisi Rajasthan kemungkinan tidak akan memberikan lebih banyak waktu kepada guru spiritual Asaram Bapu untuk diinterogasi sehubungan dengan kasus pelecehan seksual yang diajukan terhadapnya oleh seorang gadis berusia 16 tahun, kata seorang pejabat pada hari Kamis.

Asaram Bapu menerima pemberitahuan di ashramnya di Indore, Madhya Pradesh pada hari Selasa, memintanya untuk hadir di hadapan polisi Jodhpur untuk diinterogasi pada atau sebelum tanggal 30 Agustus.

Gadis itu mengajukan pengaduan ke kantor polisi Delhi pada 20 Agustus, menuduh Asaram Bapu melakukan pelecehan seksual terhadapnya di ashramnya di kota Jodhpur, Rajasthan.

Laporan Informasi Pertama (FIR) didaftarkan terhadap Asaram Bapu di Jodhpur setelah salinan pengaduan diterima dari Kepolisian Delhi pada 21 Agustus.

Seorang pejabat polisi mengatakan kepada IANS bahwa peramal tersebut telah meminta waktu hingga 20 September dan mengatakan dia akan berpartisipasi dalam berbagai acara spiritual dan memberikan ceramah selama periode ini.

“Asaram memberikan surat kepada tim polisi Jodhpur yang memberitahukannya di Indore. Dalam surat tersebut, dia meminta tanggal interogasi diperpanjang,” kata petugas polisi tersebut.

Namun, polisi memutuskan untuk menolak permintaan tersebut, tambah pejabat itu.

“Penundaan tersebut tidak dapat dikabulkan berdasarkan alasan yang dikemukakan Asaram. Dia menghadapi tuduhan serius atas pelecehan seksual terhadap seorang gadis di bawah umur,” kata pejabat tersebut.

Pemberitahuan juga disampaikan di ashram Asaram Bapu di Ahmedabad pada hari Senin.

Asaram Bapu telah didakwa berdasarkan berbagai bagian Undang-Undang Perlindungan Anak dari Pelanggaran Seksual dan KUHP India.

Polisi Rajasthan pada hari Selasa juga memulai formalitas untuk mengeluarkan surat edaran pengawasan terhadap guru spiritual tersebut sehingga dia tidak dapat meninggalkan negara tersebut.

Seorang pejabat polisi Jodhpur mengatakan sebuah surat telah dikirim ke departemen imigrasi di New Delhi untuk mengeluarkan surat edaran pengawasan terhadap Asaram Bapu.

“Kami telah memulai proses mengeluarkan pemberitahuan pengawasan terhadap Asaram sebagai tindakan pencegahan, sehingga dia tidak bisa meninggalkan negara itu,” kata petugas polisi tersebut.

Sebuah tim polisi juga memeriksa ashram guru spiritual di dekat Jodhpur dan mencatat pernyataan beberapa orang untuk memverifikasi apakah gadis tersebut dan orang tuanya hadir di ashram pada tanggal 15 Agustus ketika dugaan insiden tersebut terjadi.

“Saat penyelidikan awal, terungkap bahwa gadis itu bersama orang tuanya serta Asaram Bapu hadir pada 15 Agustus. Pemilik tanah yang digunakan untuk ashram mengatakan kepada polisi bahwa gadis tersebut dan orang tuanya pergi ke ashram untuk menemuinya,” kata pejabat tersebut.

Data SGP